G
N
I
D
A
O
L

YPWP Medan Cetak Guru Menjadi Jurnalisme Melalui Pelatihan Jurnalisme Pendidikan

YPWP MEDAN – Pada Sabtu (13/6/2026) di ruang kelas YPWP Medan, yayasan yang menaungi jenjang TK, SD, TPQ, MDTA, hingga Rumah Tahfidz ini sukses menggelar pelatihan intensif bertajuk “Jurnalisme Pendidikan: Panduan Praktis Penulisan Berita Sekolah yang Berkualitas”.

Di era digitalisasi saat ini, derasnya arus informasi sering kali bercampur dengan disinformasi (hoaks). Menghadapi tantangan besar ini, sekolah dituntut tidak hanya fokus pada pembelajaran akademis di dalam kelas, melainkan juga harus mampu bertransformasi menjadi pusat produksi informasi yang edukatif, transparan, dan kredibel bagi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung dinamis ini dimulai sejak pukul 12.00 WIB hingga selesai. Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para tenaga pendidik di lingkungan yayasan.

Arahan dari ketua yayasan 

Acara dibuka dengan pemaparan dari M. Cheriandiva P. Kaya Hrp, S.Pd. selaku Ketua Yayasan YPWP yang bertindak sebagai Keynote Speaker. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sekolah memiliki fungsi hubungan masyarakat (humas) yang kuat di era kurikulum modern.

Baca Juga: Water Fun Games di Park Zoo, Siswa TK Al-Abrar Latih Keberanian dan Fokus Melalui Permainan Air

“Sekolah memiliki banyak program hebat, mulai dari kelas tahfidz hingga inovasi sosial. Tanpa keterampilan komunikasi dan publikasi yang baik di media massa atau situs resmi sekolah (www.ypwpmedan.sch.id), prestasi tersebut tidak akan tersampaikan ke publik. Jurnalisme sekolah adalah wadah mutlak untuk penguatan literasi dan berpikir kritis,” ujarnya.

Untuk membedah materi secara mendalam, YPWP menghadirkan M. Wirahadinusa P. Hrp, S.I.Kom., S.Pd., Kepala Sekolah SDS Wira Mandiri sekaligus Founder dewiramedia.com. Memiliki latar belakang ganda di bidang ilmu komunikasi dan pendidikan, Wirahadinusa membedah secara taktis formula penulisan berita berbasis 5W+1H, teknik menyaring fakta di lapangan, hingga etika jurnalisme yang wajib dipatuhi.

Baca Juga: YPWP Medan Cetak Guru Menjadi Jurnalisme Melalui Pelatihan Jurnalisme Pendidikan

Pelatihan dikemas secara interaktif. Para guru tidak sekadar duduk mendengarkan teori, melainkan langsung ditantang dalam sesi praktik untuk menyusun draf berita sekolah yang menarik, objektif, dan bernilai jual tanpa meninggalkan unsur edukasi.

Pelatihan jurnalisme di tingkat sekolah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan yang memicu keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS). Terdapat tiga urgensi utama dari pelatihan ini:

  • Filter Terhadap Hoaks (Evaluasi & Analisis): Kemampuan jurnalistik dasar melatih para guru untuk selalu melakukan verifikasi data (check and recheck) sebelum mempublikasikan informasi. Ini adalah bentuk nyata dari kemampuan berpikir kritis dalam membedakan fakta dan opini di dunia digital.
  • Branding Sekolah Berbasis Data (Kreasi): Guru diajarkan untuk merancang narasi (branding) yang jujur, terstruktur, dan edukatif berdasarkan data riil di sekolah. Hal ini krusial untuk membangun kedekatan dan kepercayaan (trust) dari orang tua siswa.
  • Stimulus Literasi untuk Siswa: Guru yang menguasai ilmu jurnalisme dipersiapkan untuk menularkan keterampilan tersebut kepada siswa. Outputnya bisa berupa pengaktifan majalah dinding (mading), buletin dinding, hingga pembuatan ekstrakurikuler jurnalisme siswa yang merangsang aspek Communication (komunikasi) dan Collaboration (kolaborasi) anak sejak dini.

Melalui pelatihan jurnalisme pendidikan ini, YPWP Medan membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjalankan program kerja musiman melainkan sedang menanamkan investasi jangka panjang demi terciptanya ekosistem pendidikan yang literat, informatif, dan siap adaptif terhadap perkembangan zaman.