YPWP MEDAN – Santri MDTA Wiranusa Pratama berhasil raih juara pada ajang Lomba Pekan Olahraga dan Seni Santri Diniyah (Porsadin). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2026 di MDTA Generasi Bangsa Medan Labuhan. Santri MDTA Wiranusa Pratama Raih Juara III Pidato Bahasa Indonesia, Kategori Putra dan Putri.
Kegiatan perlombaan ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kreativitas santri MDTA se-kecamatan Medan Labuhan. Dalam Porsadin setidaknya ada 11 cabang lomba yang diinisiasi Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Medan Labuhan. Tidak hanya untuk meningkatkan kreatifitas dan bakat santri, acara ini sekaligus untuk menjalin persaudaraan antar sesama.
Pada Pidato Bahasa Indonesia, untuk kategori putra berhasil meraih juara III atas nama Hamzah Hariri, dan kategori putri juara III atas nama Hafsah Jalilah. Prestasi tersebut menjadi bukti semangat dan kemampuan santri dalam mengikuti perlombaan serta membawa nama baik MDTA Wiranusa Pratama.
Baca Juga: Peran Guru dalam Membangun Lingkungan Belajar yang Menyenangkan bagi Siswa
Widya Putri Kaya Harahap, S.Pd.I. selaku kepala sekolah MDTA Wiranusa Pratama mengatakan bahwa hasil yang didapat merupakan kerja sama kita semua antara santri, guru, dan orang tua tentunya.
“Prestasi yang diraih para santri merupakan hasil dari semangat, kerja keras, dan dukungan dari para guru serta orang tua. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai perlombaan di masa mendatang.
Di tempat terpisah, M. Cheriandiva Putra Kaya Harahap, S.Pd. selaku Ketua Yayasan menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Selamat kepada anak-anak yang telah berhasil meraih prestasi. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan memberikan prestasi terbaik bagi sekolah. Terima kasih juga kepada para guru dan orang tua yang telah membimbing dan mendampingi santri selama mengikuti perlombaan,” ujarnya.
