G
N
I
D
A
O
L

Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Membaca, Menulis, dan Berhitung (Calistung)

YPWP Medan – Bimbingan belajar merupakan salah satu layanan pendidikan yang berperan dalam memberikan pendampingan, arahan, serta penguatan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Untuk mendukung efektivitas layanan tersebut, diperlukan peningkatan kompetensi pendidik, khususnya dalam penguasaan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Oleh karena itu, pelatihan calistung menjadi salah satu langkah strategis yang dapat membantu guru mengembangkan kemampuan mengajar secara lebih optimal.

Pelatihan ini dilaksanakan secara daring dan dipandu oleh Ai Nurlela, S.Pd., seorang guru Sekolah Dasar sekaligus pemilik Bimbel Nurazmya. Beliau juga menjabat sebagai Kepala Tutor dan telah berhasil mengembangkan empat cabang bimbingan belajar di Bandung. Selain berkiprah di bidang pendidikan, beliau juga dikenal sebagai seorang motivator yang aktif membagikan pengalaman dan strategi dalam mengelola lembaga pendidikan.

Baca Juga: Implementasi Pembelajaran Mendalam Bagi Kepala Sekolah Jenjang PAUD

Peserta pelatihan pada setiap volumenya dibatasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan intensif. Pada volume ke-18 ini, pelatihan diikuti oleh empat peserta yang berasal dari berbagai daerah, yaitu Medan, Ternate, Bogor, dan Cimahi. Kegiatan berlangsung selama delapan kali  mulai dari 22 Mei sampai 13 Juni 2026 pertemuan dengan materi yang berbeda pada setiap sesi, yaitu:

  1. Pertemuan pertama: Modul Siap Calistung
  2. Pertemuan kedua: Modul Membaca dan Menulis
  3. Pertemuan ketiga dan keempat: Modul Berhitung
  4. Pertemuan kelima: Pembuatan rapor, strategi finansial, dan tips membuka bimbingan belajar
  5. Pertemuan keenam: Personal Branding
  6. Pertemuan ketujuh: Microteaching
  7. Pertemuan kedelapan: Lanjutan microteaching, penilaian, serta penyampaian kesan dan pesan

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan untuk mempercepat penguasaan calistung pada anak. Beberapa metode yang diperkenalkan antara lain:

  1. Pembelajaran Menulis

Sebelum kegiatan menulis dimulai, guru disarankan memberikan stimulus berupa nyanyian atau permainan sederhana untuk menarik perhatian anak. Bagi anak yang belum mampu menulis, fokus pembelajaran dapat diawali dengan pengenalan huruf melalui kegiatan menunjuk dan mengenali bentuk huruf. Setelah anak memahami huruf-huruf dasar, guru dapat melanjutkan dengan latihan dikte huruf. Penggunaan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) tidak dianjurkan setiap hari agar anak tidak merasa jenuh.

  1. Pembelajaran Membaca

Kemampuan membaca dapat dikembangkan melalui kegiatan bernyanyi menggunakan nada yang familiar, seperti lagu Ampar-Ampar Pisang. Guru dapat memperkenalkan kata-kata berulang atau kata kembar, seperti bobo, bibi, dada, dede, dan cucu. Setelah itu, anak dapat dikenalkan pada kalimat sederhana yang terdiri atas empat kata, misalnya “Saya suka baca” atau “Bayi suka susu”.

Contoh salah satu  materi kosa kata kembar yang dapat di nyanyikan dengan nada ampar ampar pisang
  1. Pembelajaran Berhitung (Perkalian dan Pembagian)

Untuk mempermudah pemahaman konsep perkalian dan pembagian, digunakan metode aritmatika jari. Pada perkalian, anak menghitung ruas jari sesuai bilangan yang dikalikan sambil menyebutkan hasilnya. Sebagai contoh, pada operasi 3 × 2, anak membuka tiga jari dan menghitung dua ruas pada setiap jari sehingga diperoleh hasil 6. Sementara itu, pada pembagian, anak menghitung jumlah ruas jari sesuai angka yang dibagi, kemudian mengelompokkannya berdasarkan bilangan pembagi.

Dalam pelatihan tersebut, Ai Nurlela, S.Pd. menegaskan bahwa faktor utama yang menentukan keberhasilan belajar anak bukanlah metode atau media pembelajaran semata, melainkan minat belajar anak itu sendiri. Tanpa adanya minat belajar, penggunaan media pembelajaran yang canggih sekalipun tidak akan memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus dirancang secara menyenangkan, menarik, dan membahagiakan agar minat belajar anak dapat tumbuh dan berkembang. Upaya ini juga tidak terlepas dari peran orang tua melalui pola pengasuhan (parenting) yang mendukung proses belajar anak.

Baca Juga: Kreatif dan Edukatif, Siswa Kelas V SDS Wira Mandiri Suarakan Kepedulian Lingkungan Melalui Poster

Secara umum, tujuan utama bimbingan belajar dalam dunia pendidikan adalah membantu peserta didik mencapai perkembangan akademik maupun nonakademik secara optimal. Bimbingan belajar tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter belajar yang positif, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar. Dengan demikian, bimbingan belajar menjadi salah satu mitra pendidikan yang penting dalam mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif, berkualitas, dan berkelanjutan.