YPWP MEDAN – Siswa TK Al-Abrar kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan edukatif melalui eksperimen miniatur gunung meletus yang dilaksanakan di dalam ruang kelas pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa yang tampak bersemangat menyaksikan proses terjadinya letusan gunung buatan hasil karya mereka sendiri.
Eksperimen tersebut bertujuan untuk mengajarkan anak-anak memahami konsep perubahan wujud dan reaksi kimia secara visual. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kesiapsiagaan bencana sejak dini dengan mengenalkan fenomena alam berupa letusan gunung berapi melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Baca Juga: Siswa SDS Wira Mandiri Kelas VI Memadukan Pelajaran IPA dan SBK Melalui Ecoprint
Dalam pelaksanaannya, guru terlebih dahulu menyiapkan miniatur gunung dari kardus yang dibentuk menyerupai kerucut. Di bagian tengah miniatur tersebut ditempatkan sebuah botol bekas berukuran lebih pendek sebagai wadah reaksi. Sebelum dituangkan ke dalam botol, bahan-bahan berupa pewarna, air cuka, dan soda kue dicampurkan terlebih dahulu. Setelah campuran dimasukkan ke dalam botol yang berada di dalam miniatur gunung, terjadilah reaksi kimia yang menghasilkan busa berwarna menyerupai lava yang keluar dari puncak gunung.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menarik, tetapi juga melatih kemampuan observasi, rasa ingin tahu, dan keberanian siswa untuk mencoba serta memahami proses ilmiah secara sederhana.
“Septiani Lubis, S.Pd. selaku guru kelas menyampaikan bahwa pembuatan miniatur gunung meletus bukan sekadar eksperimen, ia adalah jembatan antara teori dan praktik, antara rasa ingin tahu dan pemahaman ilmiah siswa sekaligus untuk mengasah kemampuan dan keterampilan siswa khususnya dalam bidang sains,” jelasnya.
Melalui kegiatan eksperimen ini, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermakna serta semakin tertarik untuk mengenal dunia sains sejak usia dini. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini juga menjadi salah satu upaya sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
